selamat pagi, siang, sore, dan malam. silahkan pilih waktu yang sesuai dengan saat anda membaca ini (hha peace).
oke langsung saja, portrait ini saya buat tiga tahun yang lalu, waktu itu saya sangat terobsesi dengan lukisan beraliran realis. realis itu seperti candu, namun realis itu mengekang. ya begitu itu lah yang saya rasakan saat membuat portrait ini. semakin realis candu nya semakin kuat dan kekangan nya pun semakin kencang. objek dari portrait ini saya dapatkan dari seorang teman yang juga pernah menjadikan objek ini sebagai objek lukisannya, perbedaannya dengan saya adalah, saya membuat portrait ini atas selembar kertas kertas HVS dan dia membuatnya di atas kanvas.
objek ini sangat menarik dan sekaligus menantang bagi saya. ini pertama kali nya saya membuat portrait dengan lansia sebagai objek. garis-garis yang ada pada wajah lansia bagi saya seakan-akan menyiratkan pengalaman hidup yang di alaminya.
banyak hal yang berkacemuk di dalam fikiran saya saat mencoba menginterpestasikan setiap garis-garis yang ada pada wajah objek ini. bahkan saat membuat portrait ini saya membayangkan bagai mana hidup saya saat tua nanti. dan sangat mengerikan rasa nya bagi saya menjadi manusia LANSIA (waw).
membayangkan masa tua/berimajinasi tentang hari tua! (pernah kah anda malakukan itu). bagaimana keindahan di hari tua menurut imajinasi mu? dalam imajinasi ku hari tua yang indah itu bukan seperti hari tua nya Soeharto (opsss Politik dikit hehe) ya orang indonesia pasti tau hari tuanya Soeharto gimana. ya secara materi mungkin tidak ada kekurangan namun batinya? siapa yang tau!
atau pernah anda, kamu, dia, meraka membayangkan suramnya hari tua? waw hari tua yang seram itu kira-kira begini. hari tua mu ditinggal istri, anak-anak mu telah sibuk dengan keluarga nya masing, tulang punggungmu sudah bungkuk, perjalananmu hanya sebatas kamar tidur, kamar mandi, ruang makan, tidak ada teman bercerita dan banyak lagi hal menyeramkan lainnya...
hmmm banyak lagi yang tidak saya ketahui tetang wajah dan hari tua, karna saya belum pernah menjadi tua (hahaha).
untuk saat ini saya cukupkan tulisan ini sampai disini. waktu akan membawa kita semua kepada KERUTAN (uoopppsss bukan RUTAN ya ma men)
